Artikel Ilmiah
Artikel
TERAPI TARGET PADA KANKER GINEKOLOGI
Terapi target merupakan salah satu pendekatan modern dalam tata laksana kanker ovarium yang dirancang untuk menyerang molekul spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. Beberapa jenis terapi target yang sering digunakan di bidang Onkologi Ginekologi adalah sebagai berikut:
- Inhibitor Angiogenesis
Bertujuan menghambat angiogenesis yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor. Obat golongan ini yang sering digunakan adalah Bevacizumab. Digunakan bersama dengan kemoterapi atau sebagai maintenance therapy. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi hipertensi, perdarahan, dan perforasi gastrointestinal. - PARP Inhibitors (Poly ADP-ribose Polymerase)
Bertujuan menghambat enzim PARP yang membantu memperbaiki DNA pada sel kanker. Dengan menghambat PARP, sel kanker dengan mutasi gen BRCA tidak dapat memperbaiki diri dan akhirnya mengalami apoptosis. Obat golongan ini yang sering digunakan adalah Olaparib, Niraparib, dan Rucaparib.
Indikasi terapi ini meliputi pasien dengan mutasi BRCA1/BRCA2, pasien dengan kanker ovarium resisten platinum, atau pasien yang merespon baik terhadap kemoterapi berbasis platinum. Efek sampingnya termasuk mual, kelelahan, anemia, dan gangguan saluran cerna. - Antibody-Drug Conjugates (ADC)
Bertujuan mengarahkan obat kemoterapi langsung ke sel kanker menggunakan antibodi. - Immune Checkpoint Inhibitor
Bertujuan meningkatkan respons imun tubuh terhadap sel kanker dengan menghambat molekul seperti PD-1/PD-L1.
Adapun kriteria pemilihan terapi target meliputi adanya mutasi gen BRCA1/BRCA2 atau defisiensi rekombinasi homolog (HRD) lainnya, stadium lanjut kanker atau kasus yang mengalami kekambuhan, serta penggunaan sebagai maintenance therapy pasca kemoterapi lini pertama.
Keuntungan terapi target adalah mengurangi kerusakan pada sel normal dibandingkan dengan kemoterapi konvensional, lebih spesifik terhadap sifat biologis sel kanker, serta memiliki efektivitas tinggi pada pasien dengan mutasi genetik tertentu.
Pemeriksaan genetik merupakan prasyarat penting sebelum pemberian terapi untuk mengidentifikasi mutasi gen BRCA atau HRD. Selain itu, konsultasi multidisiplin melibatkan onkolog, konselor genetik, dan spesialis lainnya perlu dipertimbangkan untuk menentukan kombinasi terapi kanker yang tepat dan adekuat. Dengan demikian, harapannya survival pasien kanker dapat semakin meningkat.
Kade Yudi Saspriyana
12 Januari 2025
Artikel
Mengenal IMUNOTERAPI
Imunoterapi adalah salah satu bentuk pengobatan medis yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, termasuk kanker, infeksi, dan gangguan autoimun. Imunoterapi bekerja dengan cara memperkuat atau memodifikasi respons imun tubuh untuk mengenali, menyerang, dan menghancurkan sel-sel abnormal, seperti sel kanker, atau melawan agen infeksi.
Jenis-jenis Imunoterapi
- Antibodi Monoklonal: Obat yang dibuat untuk menargetkan molekul spesifik pada sel kanker atau patogen. Misalnya, antibodi ini dapat menempel pada antigen tertentu di permukaan sel kanker untuk menandainya sebagai target sistem imun.
- Checkpoint Inhibitors: Obat yang membantu menghilangkan “rem” pada sistem kekebalan tubuh, sehingga sel imun (seperti T-cell) dapat menyerang sel kanker lebih efektif. Contohnya adalah penghambat PD-1 atau CTLA-4.
- Vaksin Terapeutik: Dirancang untuk merangsang sistem imun melawan sel kanker atau agen infeksi tertentu. Berbeda dari vaksin pencegahan, ini digunakan untuk mengobati penyakit yang sudah ada.
- Imunoterapi Seluler (CAR-T): Teknik di mana sel imun pasien (T-cell) dimodifikasi secara genetik di laboratorium agar lebih efektif dalam melawan kanker, lalu dikembalikan ke tubuh pasien.
- Sitokin: Protein seperti interferon atau interleukin yang digunakan untuk meningkatkan atau mengarahkan aktivitas sistem imun.
- Imunoterapi Nonspesifik: Melibatkan zat-zat seperti BCG (Bacillus Calmette-Guerin) yang merangsang sistem imun secara umum untuk menyerang sel abnormal.
Kegunaan Imunoterapi
- Kanker: Digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker seperti melanoma, kanker paru, kanker payudara, dan kanker darah.
- Penyakit Autoimun: Mengatur ulang sistem imun yang menyerang tubuh sendiri.
- Alergi: Membantu menurunkan sensitivitas tubuh terhadap alergen tertentu.
- Infeksi Kronis: Memperkuat respons imun terhadap patogen, seperti pada infeksi virus tertentu.
Kelebihan Imunoterapi
- Memberikan pengobatan yang spesifik pada sel-sel abnormal, sehingga mengurangi kerusakan pada jaringan sehat.
- Memiliki potensi efek jangka panjang dengan melatih sistem imun untuk “mengingat” target.
Kekurangan dan Tantangan
- Tidak semua pasien merespons imunoterapi.
- Efek samping seperti peradangan yang berlebihan, autoimunitas, atau gejala mirip flu.
- Biaya pengobatan yang relatif tinggi.
Imunoterapi adalah salah satu terobosan dalam dunia medis yang terus berkembang dan memberikan harapan baru, terutama dalam pengobatan kanker.
Oleh: Kade Yudi Saspriyana
~12 Desember 2024
